Gunung Parang Dengan Wisata Panjat Tebing - Kakuda Travel

Gunung Parang Dengan Wisata Panjat Tebing

Gunung Parang Dengan Wisata Panjat Tebing - Kakuda Travel
Kakuda Travel - Sudah pernah kamu dengar nama “Gunung Parang”? Mungkin pada kamu ada yg menjawab tak. Memang gak salah lantaran gunung yg ada di Purwakarta, Jawa Barat ini belum sangat digemari banyak orang ketimbang Waduk Jatiluhur serta Air Mancur Sri Baduga sebagai lambang pariwisata Purwakarta.

Sekarang, Gunung Parang berubah menjadi salah satunya obyek wisata yg sediakan arah pendakian untuk turis. Gak cuma itu, Gunung Parang pun tawarkan petualang panjat tebing yg banyak diincar oleh banyak pendaki lokal ataupun luar negeri. Maka dari itu, gunung ini sesuai sekali untuk yang menyukai kendala penuh adrenalin.

Buat paham kabar komplet Gunung Parang, kamu dapat peroleh review sedetilnya dibawah berikut ini :

Keunggulan Gunung Parang

Apabila kamu cari tempat gunung dengan arah pendakian yg unik, jadi Gunung Parang yaitu jawabannya. Gunung ini punyai daya tarik yg bikin banyak pendaki serta pemanjat tebing ingin tahu buat menaklukkannya. Tersebut disini keunggulan yg ditawarkan oleh Gunung Parang :
Spot panjat tebing paling tinggi di Indonesia

Gunung Parang berubah menjadi magnet baru untuk pemanjat tebing lokal ataupun luar negeri. Gunung berketinggian 930 mdpl ini berubah menjadi gunung batu andesit paling tinggi di Indonesia, juga sekaligus area wisata panjat tebing paling tinggi ke dua di Asia. Daya tarik berikut ini yg bikin Gunung Parang berubah menjadi ajang panjat tebing idola banyak pendaki.

Gunung Parang punyai tiga pucuk yg tidak sama, ialah Tower I, Tower II, serta Tower III. Tiap-tiap pucuk itu punyai ciri-ciri yg tidak sama jadi arah panjat tebing serta pendakian.
Panorama yg indah dari pucuk

Pucuk Gunung Parang memang tidaklah terlalu luas, akan tetapi panorama yg dapat kamu nikmati amatlah indah. Dari pucuk Gunung Parang, kamu bisa menyaksikan lanskap Kota Purwakarta yg memesona seperti bentangan persawahan yg hijau serta permukiman penduduk. Dari terlalu jauh lantas tampak Sungai Citarum, Waduk Jatiluhur, dan gunung-gunung batu andesit lain seperti Gunung Bongkok serta Gunung Lembu yg gagah.

Menariknya , apabila kamu mendaki pada pagi hari serta cuaca cerah, jadi kamu dapat nikmati panorama matahari muncul dari tepi tebing. Walaupun diijinkan mendaki pada pagi hari, kamu tetaplah harus dapatkan pengawasan dari pelatih ditempat, ya!

Coba kesibukan menentang di lereng tebing

Tidak cuman panjat tebing, Gunung Parang saat ini tawarkan pelbagai kesibukan wisata yang lain, seperti tyrolean traverse. Tyrolean traverse yaitu kesibukan melintas antar pucuk dengan memanfaatkan seutas tali. Kamu lantas dapat coba membentangkan hammock pada tali itu buat nikmati pesona alam dari ketinggian pucuk.

Walaupun tampak mengerikan, kesibukan ini udah terjamin keamanannya lantaran ada pemandu profesional yg bakal memperhatikan semua aktivitasmu. Ke dua aktivitas itu akan berikan pengalaman tidak sama serta gak terabaikan!

Area serta akses ketujuan Gunung Parang

Gunung Parang yaitu suatu gunung batu yg terdapat di Kabupaten Purwakarta, pasnya di Kampung Cirangking, Desa Pasanggrahan. Buat dapat sampai di area, kamu cuma butuh waktu lebih kurang 3 jam berkendara dari Jakarta atau 2 jam dari Bandung. Akses ketujuan base camp lantas termasuk ringan.

Walaupun kondang jadi area rock climbing, Gunung Parang saat ini bisa ditempuh oleh siapa lantas. Ada dua pilihan arah yang bisa di ambil oleh turis, ialah lewat Taraje serta Ferrata. Tersebut disini ciri-ciri rute yg dapat kamu pilih :

Arah naik lewat Ferrata

Pendakian Gunung Parang amatlah tidak sama dengan gunung yang lain yg persis dengan perjalanan berjam-jam sambil bawa carrier. Di gunung ini, pengunjung malahan mesti melaksanakan penanjakan di tebing. Oleh sebab itu, kala pendakian kamu mesti memanfaatkan perabotan keselamatan, seperti helm, carabiner, seat harness, serta sarung tangan yg disajikan operator. Tiap-tiap klub pendakian bakal dibimbing satu orang pemandu lokal.

Arah pendakian lewat Ferrata bakal lewat Kampung Cihuni atau Kampung Cirangkong, Desa Pesanggrahan. Pendakian ini begitu aman dilaksanakan oleh pengunjung dari semua umur. Kamu lantas bebas menentukan ketinggian yg dikehendaki, dimulai dari 100 mtr., 300 mtr., 500 mtr., sampai 700 mtr.. Arah pendakian lewat Ferrata yaitu arah pendakian dengan tehnik memanjat memanfaatkan pijakan dari besi-besi baja yg ‘ditanam’ pada permukaan batu tebing.

Perjalanan awal dari base camp bakal mulai dengan menerobos rimba yg cukup rimbun di kaki Gunung Parang. Seusai berjalan lebih kurang 30 menit, kamu bakal hingga di titik awal pendakian.

Sepintas, tehnik pendakian seperti naiki anak tangga ini tampak ringan ketimbang panjat tebing. Akan tetapi untuk kamu yg pertama mendaki gunung, memanjat tebing yg cukuplah tinggi semestinya bisa kuras tenaga serta tingkatkan adrenalinmu. Bagaimana tak, arah pendakian lewat Ferrata amatlah beraneka, dimulai dari arah naik dengan kemiringan yg begitu tajam sampai arah berbelok serta berjalan ke segi samping dinding gunung.

Cuma ada satu arah besi baja pada rute Ferrata, sampai pengunjung mesti mendaki dengan cara berbarengan tiada membalap kedua-duanya. Tidak hanya itu, kamu pun dituntut buat konsentrasi lantaran pijakan tangga besi itu tidak lebar. Meskipun demikian, arah dengan ruangan terbuka ini bakal meringankan kamu buat nikmati panorama dari ketinggian.

Seusai memanjat tebing lebih kurang 1 jam, kamu bakal hingga di ujung pendakian dengan ketinggian 100 mtr.. Dari bukit ini kamu dapat beristirahat, bergaya, serta menyaksikan panorama yg indah. Akan tetapi, apabila menentukan arah dengan medan yg tambah tinggi, kamu bakal butuh waktu pendakian yg lebih lama.

Arah naik lewat Taraje

Banyak turis yg ada ke Gunung Parang saat ini bisa coba arah pendakian baru, ialah lewat Taraje yg ada disamping selatan. Kata “taraje” datang dari bahasa Sunda yg bermakna tangga. Arah pendakian lewat Taraje memaksa kamu melalui arah berwujud tangga yg diatur dari akar-akar serta ranting pohon.

Buat mengawali pendakian, kamu mesti melalui ruangan rimba sampai masuk ke daerah yg punyai banyak batu-batu besar seperti batu kali. Sesudah itu, lintasan pendakian bakal mulai naik terjal. Kedepannya, di ujung pendakian kamu bakal menemukannya daerah tebing berwujud tangga yg melekat disamping tebing.

Dari pendakian tebing itu lah kamu bakal hingga di pucuk Gunung Parang yg punyai ketinggian 983 mtr.. Mengenai manfaat tangga ini dibikin yaitu buat meringankan pendakian lantaran kemiringan tebing Gunung Parang yg capai 75 derajat.

Arah yg terus naik akan kuras tenagamu, sampai berhentilah sesaat buat beristirahat. Kedepannya, seusai naiki tangga selama hampir 500 mtr., kamu bakal menemukannya jalan turunan yg terjal dengan arah berwujud tangga tanah. Pada arah ini, kamu butuh tambahan berhati-hati lantaran segi kanan serta kiri sebatas jurang.

Apabila udah menemukannya plang ditulis “Tanjakan Taraje”, tanda-tanda kamu udah dekat sama pucuk Tower 1. Lanjutkanlah perjalanan lewat arah yg ada. Lintasan ketujuan pucuk terus akan didominasi tanjakan dengan bebatuan besar di selama arah sampai datang di pucuk Tower 1.

Layanan serta kemudahan di Gunung Parang

Gunung Parang udah ditambahkan layanan yang cukup layak. Di lebih kurang base camp, kamu bakal menemukannya area parkir, toilet umum, serta warung-warung kecil yg sediakan beraneka makanan ringan serta minuman.

Untuk kamu yg gak bawa perabotan pendakian lantas gak butuh risau. Di lebih kurang kaki gunung, banyak operator kesibukan outdoor yg tawarkan layanan persewaan layanan pendakian serta memanjat tebing. Ditambah lagi, tiap-tiap pendaki bakal ditemani satu orang pemandu sampai pendakian bakal merasa lebih aman.

Harga ticket masuk serta jam operasional

Harga ticket masuk Gunung Parang berlainan, terkait di ketinggian pendakian yg kamu pilih. Apabila mau coba lewat Ferrata, cost yg dikeluarkan buat ketinggian 100 mtr. yaitu Rp100. 000 per orang. Sesaat rute setinggi 300 mtr., dihargai dengan Rp150. 000 per orang. Ada juga ketinggian 700 mtr. di harga Rp465. 000 per orang. Cost itu udah termasuk juga perabotan keselamatan serta pemandu lokal.

Disamping itu, buat pendakian lewat Taraje faksi operator Gunung Parang mengambil keputusan ticket masuk sebesar Rp10. 000 per orang. Cost itu belum termasuk juga cost pemandu lokal ataupun perabotan yg dibutuhkan. Dengan demikian, kamu butuh bawa uang lebih apabila memiliki rencana lewat arah Teraje.

Biar lebih irit, faksi operator pun sediakan paket wisata buat pertunjukan wisata panjat tebing. Harga yg ditawarkan dimulai dari Rp500. 000 per orang serta udah termasuk layanan pemandu, makan, minum, penginapan, trekking, serta panjat tebing.

Sensasi menentang nyali—itulah yg coba ditawarkan Gunung Parang. Lintasannya yg cukup menentang bakal buat siapa-siapa saja memperoleh pengalaman baru. Kamu lantas dapat nikmati pesona alam dari ketinggian melalui langkah yg tidak sama. Bila gak yakin, kamu mesti mendatangi Gunung Parang kala liburan di Purwakarta atau di masa minggu akhir. Yuk, ajak teman-temanmu buat mendaki gunung di Indonesia paling sering !

Komentar